Category: covid-19

Ada Beberapa Jenis Test Covid-19 Rapid Test Jakarta Barat

Kasus COVID-19 yang kembali melonjak di seluruh negeri dan lebih banyak orang yang dites, ada kebutuhan untuk memahami berbagai jenis rapid tes Jakarta barat yang tersedia karena tidak semua orang menerima jenis tes yang sama.

Memahami berbagai jenis tes yang digunakan untuk tes COVID-19 adalah bagian penting untuk memahami hasil Anda cara kerja tes, kemungkinan negatif palsu atau positif palsu, dan garis waktu gejala Anda sendiri. 

Apa jenis tes COVID-19 yang ada?

Saat ini ada dua jenis utama tes COVID-19 yang digunakan untuk menguji pasien COVID-19: tes molekuler (juga dikenal sebagai tes asam nukleat, RNA atau PCR) dan tes antigen cepat.

Jenis pengujian ketiga mencari antibodi yang dibuat untuk memerangi virus. Meskipun terkadang digunakan, tes ini hanya dapat mengidentifikasi apakah Anda memiliki virus di masa lalu. Selain itu, tes antibodi masih menghadapi masalah yang berkaitan dengan pertanyaan akurasi, tingkat antibodi yang bervariasi dari pasien ke pasien dan apakah hasilnya benar-benar berguna untuk pasien umum atau tidak.

Tes molekuler COVID-19

Tes molekuler COVID-19, lebih sensitif dan spesifik daripada tes antigen, membuatnya lebih akurat daripada tes antigen. Mereka sering dilakukan dengan menguji sampel yang diambil dari hidung pasien.

Apa yang dilakukan tes molekuler adalah mencari dan mendeteksi komponen RNA (atau asam nukleat) virus, Itu bertentangan dengan tes antigen yang mencari protein dari virus. 

Apa itu tes PCR COVID-19?

Anda mungkin pernah mendengar tentang tes PCR, yang merupakan tes COVID-19 rapid test jakarta barat yang paling umum digunakan dan bagian dari tes molekuler, tambahnya. Tapi apa sebenarnya tes PCR itu?

Pertama, “PCR” adalah singkatan dari “reaksi berantai polimerase” yang merupakan cara untuk memperkuat asam nukleat dalam sampel Anda. Menurut FDA, reaksi berantai polimerase mengubah RNA virus apa pun dalam sampel Anda menjadi DNA dan “menguatkannya” dengan membuat jutaan salinan DNA yang kemudian dapat dideteksi oleh tes molekuler.

Karena tes PCR dapat menjalankan beberapa siklus amplifikasi ini, ia mampu mendeteksi virus bahkan jika ada tingkat RNA virus yang rendah dalam sampel Anda.

Tidak banyak RNA dalam spesimen yang diambil dari swab Anda yang sedang diuji, sehingga amplifikasi memungkinkan laboratorium untuk mendeteksi virus lebih mudah dan membuatnya lebih sensitive. 

Tes COVID-19 mana yang lebih akurat?

Tes molekuler (disebutjuga tes RNA atau PCR) Tes ini dianggapp paling akurat untuk mendeteksi adanya virus aktif. Hasil tes juga sangat akurat. Metode pengujian dilakukan dengan mengumpulkan sampel lendir dari hidung atau tenggrokan dengan menggunakan kain penyeka khusus. Sampel yang dikumpulkan dipakai untuk mendeteksi adanya materi genetik virus. Tes molekuler juga sering disebut test PCR, yang merupakan singkatan dari polymerase chain reaction. Hasil tes ini bisa didapatkan dalam hitungan menit hingga hari, tergantung dari fasilitas laboratorium

Tes antigen atau rapid test Jenis test ini juga disebut dnegan “rapid test” karena hasilnya bisa didapat dalam hitungan menit. Biaya yang dibutuhkan juga lebih murah. Sayangnya, tingkat akurasi utuk mendeteksi infeksi aktif sangat rendah sehingga jenis test ini tidak disarankan untuk mendeteksi Covid-19. Rapid test juga bisa dilakukan di mana saja, tanpa perlu analisis laboratorium. 

Test antibodi atau tes darah Tes ini digunakan untuk mencari antibodi terhadap virus corona. Antibodi adalah protein yang diproduksi oleh sistem kekebalan untuk melawan penyerang asing, seperti virus. Tes antibodi COVID-19 tidak dapat mendiagnosis infeksi virus korona aktif. Jenis tes ini hanya mendeteksi apakah kita pernah mengalami infeksi di masa lalu. Pasalnya, antibodi tidak dapat dideteksi sampai beberapa hari setelah infeksi dimulai. Jenis test ini juga tidak disarankan untuk mendeteksi Covid-19 hingga pasien mengalami gejala minimal dalam waktu 14 hari. Itulah berbagai jenis pilihan test yang bisa dipilih untuk rapid test jakarta barat.